Revitalisasi Wayang sebagai Media Dakwah Kultural: Analisis Pesan Keislaman dalam Pertunjukan Wayang Kontemporer
Keywords:
dakwah Kultural, wayangAbstract
Abstrak: Wayang merupakan warisan budaya Indonesia yang sejak masa Walisongo telah dimanfaatkan sebagai media dakwah berbasis kearifan lokal. Namun, perkembangan teknologi digital, perubahan pola konsumsi media, dan menurunnya minat generasi muda terhadap seni pertunjukan tradisional menuntut adanya revitalisasi wayang agar tetap relevan sebagai sarana komunikasi dakwah. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses revitalisasi wayang sebagai strategi dakwah kultural pada pertunjukan wayang kontemporer serta mengkaji representasi pesan-pesan keislaman yang dikonstruksikan melalui narasi, simbol, dan performa pertunjukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada berbagai bentuk wayang kontemporer yang memadukan unsur tradisi dan teknologi digital. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan dalang, pegiat seni, dan pengelola komunitas budaya, serta analisis dokumentasi pertunjukan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi wayang tidak hanya diwujudkan melalui inovasi media, tata panggung, bahasa, musik, dan platform digital, tetapi juga melalui rekonstruksi narasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kearifan budaya lokal. Representasi pesan keislaman tercermin pada nilai tauhid, akhlak, keadilan, amar ma'ruf nahi munkar, serta moderasi beragama yang dikomunikasikan melalui simbol tokoh, dialog, dan alur cerita secara kontekstual. Penelitian ini menawarkan model revitalisasi wayang sebagai media dakwah kultural yang mengintegrasikan pelestarian budaya dengan transformasi digital sehingga memperluas jangkauan dakwah tanpa menghilangkan autentisitas tradisi. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian dakwah kultural, komunikasi budaya, dan mediatization of religion dalam konteks masyarakat digital

