STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL DALAM MENCIPTAKAN KERUKUNAN NETIZEN
Keywords:
Komunikasi Digital, Kerukunan NetizenAbstract
The rapid development of information and communication technology (ICT) has transformed the way humans interact in cyberspace, especially through social media. While offering convenience and freedom of communication, digital platforms also pose challenges, such as tensions and conflicts between individuals or groups, as well as the spread of hoaxes and hate speech. This phenomenon highlights the importance of implementing effective digital communication strategies to foster harmony among netizens. This study aims to identify strategies that can create healthy and productive communication in cyberspace. The proposed strategies include promoting communication ethics, digital education, content moderation, facilitating intergroup dialogue, and strengthening positive campaigns. The implementation of these strategies is expected to reduce social polarization, improve relationships among netizens, and create a more harmonious atmosphere in the digital world. With a good understanding of communication ethics and digital literacy, netizens can manage differences of opinion with respect, avoid conflicts, and contribute to building harmony in the digital world.
Abstrak
Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah cara manusia berinteraksi di dunia maya, terutama melalui media sosial. Meskipun menawarkan kemudahan dan kebebasan berkomunikasi, platform digital juga memunculkan tantangan, seperti ketegangan dan konflik antar individu atau kelompok, serta penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Fenomena ini menunjukkan pentingnya penerapan strategi komunikasi digital yang efektif untuk menciptakan kerukunan di kalangan netizen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang dapat menciptakan komunikasi yang sehat dan produktif di dunia maya. Beberapa strategi yang diusulkan antara lain promosi etika berkomunikasi, pendidikan digital, moderasi konten, fasilitasi dialog antar kelompok, dan penguatan kampanye positif. Implementasi strategi ini diharapkan dapat mengurangi polarisasi sosial, memperbaiki hubungan antar netizen, dan menciptakan suasana yang lebih harmonis di dunia maya. Dengan pemahaman yang baik mengenai etika komunikasi dan literasi digital, netizen dapat mengelola perbedaan pendapat dengan penuh rasa hormat, menghindari konflik, dan berkontribusi dalam membangun kerukunan di dunia digital.

